Wikipedia
Hasil penelusuran
Rabu, 07 Januari 2015
Rabu, 26 November 2014
Computer Supported Cooperative Work
Apa sih CSCW (Computer Supported Cooperative
Work) ?
Perkembangan
komputasi lain pada tahun 1960-an adalah jaringan komputer yang memungkinkan
komunikasi antara beberapa mesin (personal computer) yang terpisah dalam satu
kesatuan grup. Dengan adanya jaringan komputer ini, komputer personal tetap
mampu bekerja seca
ra individu
dan dapat berhubungan dengan komputer lain di lingkungan kerjanya bahkan dengan
seluruh dunia. Keadaan ini memunculkan perlunya kolaborasi antar individu
melalui komputer yang dikenal sebagai Computer-Supported Cooperative Work
(CSCW). CSCW mengangkat isu adanya pengaruh secara social dari adanya interaksi
pengguna yang berkolaborasi dan berorganisasi, sehingga CSCW seringkali
diasumsikan sebagai aspek yang dihasilkan dari sebuah groupware. Groupware
adalah jenis software yang membantu kelompok kerja (workgroup) yang terhubung
ke jaringan untuk mengelola aktivitas mereka.
Computer-Supported
Cooperative Work (CSCW) adalah bidang studi yang berfokus pada perancangan dan
evaluasi teknologi baru untuk mendukung proses sosial kerja, sering di antara
mitra yang berjauhan. Hasil CSCW biasanya disebut Groupware. Groupware adalah
jenis software yang membantu kelompok kerja (workgroup) yang terhubung ke
jaringan untuk mengelola aktivitas mereka.
Perbedaan
utama antara sistem CSCW dengan sistem interaksi individual adalah tidak dapat
diabaikannya aspek sosial kelompok dari user yang tergabung. Sistem CSCW
dibangun untuk memungkinkan interaksi antara user melalui komputer sehingga
kebutuhan sekian banyak user tersebut harus terpenuhi dalam satu produk. Salah
satu contoh sistem CSCW ini adalah electronic mail (email). Email merupakan
sistem CSCW yang bersifat asynchronous yang tidak mengharuskan user bekerja
pada waktu yang bersamaan. Penerima mail tidak harus membuka suratnya pada
waktu yang sama dengan terkirimnya surat. Sebaliknya sistem CSCW synchronous
membutuhkan partisipasi simultan dari para usernya.
Pergeseran
paradigma HCI dimulai dengan bergantinya “card, tape dengan Video Display Unit”
atau “mainframe berganti dengan PC”, banyak hal yang bergeser seiring dengan
berjalannya waktu dan penemu banyak mengeluarkan resolusi terbaru tentang
teknologi.
Orang sudah
terpikir mengenai komputer digital pda tahun 1700-an dan 1800-an namun
perlengkapan baru tersedia pada tahun 1940-1950-an. Pada tahun 1945, Vennevar
Bush menyatakan dalam Athlantic Monthly, bahwa untuk membuat suatu publikasi
unutk menjadi nyata yang perlu dilakukan hanyalah membuat catatan. Selanjutnya
banyak peneliti melakukan terobosan terbaru dengan daya yang ada pada jamannya.
Bush, menciptakan suatu mikrofilm yang dapat menyimpan catatan dengan memory
yang besar dan dapat membuat jejak link dengansuatu materi. J.k. Licklinder
menyatakan tentang suatu hubungan simbiosis antara manusia dengan komputer,
yang di publikasikan pada tahun 1960.
Tujuan utama
dari pergeseran paradigma HCI adalah dalam jangka panjang untuk para penemu
menemukan suatu bahasa program yang menggantikan baha pemrograman saat itu yang
masih bersifat hueristik dan juga bahasa pemrograman tersebut hanya dikenal
oleh user itu sendiri. Selain itu, pada tahun 1960 komputer terlalu mahal untuk
sebagian kalangan dengan waktu berbagi yang tinggi dan kemampuan akses yang
cepat, serta kebutuhan unutk mengedit teks, mengedit e-mail maka dari itu
membutuhkan HCI untuk dapat menjangkau itu semua.
Ivan
Sutherland yang merupakan master of desain di MIT, membuat suatu alat dengan
light pen sebagi alat input-nya. Dari light pen, Sutherland membuat Video
Display Unit yang menggunakan komputer unutk visualisasi dan memanipulasi
datanya. Selain Sutherland, Douglas Engelbart juga membuat Mouse, membuat layar
dengan resolusi yang tinggi, berbagi file dan sistem CSCW.

Alan Kay,
merupakan penemu Notebook dengan daya simpan tinggi dan merupakan komputer
multimedia. Notebook ini merupakan suatu akses komputer secara pribadi.
Penemuan ini merupakan suatu bentuk pergeseran paradigma yang baru setelah hal
yang disebutkan di atas, notebook ini menggunaka sistem yang lebih kuat, kecil
bentuknya dan dengan operating system IBM PC. Notebook ini tercipta pada tahun
1970-an. Selanjutnya mulailah tercipta pc Xerox dengan menggunakan prosessor
lokal, layar bitmap, mouse dan GUI. Tahun 1981, tercipta satu pc komersial
pertama yang diperuntukan untuk bisnis profesional yaitu Xerox Star, yang
merupakan sistem pertama yang menggunakan kertas prototype, namun kekurangan
dari star adalah arsitektur yang tertutup dan kurang berfungsinya keyboard.
Berdasarkan
ide Star, maka Apple Lisa membuat suatu PC pada tahun 1982 yang mempunyai akses
pribadi dan diperbarui dengan Apple Machintos pada tahun 1984 yang leih unggul
dan tidak banyak trouble. Selanjutnya banyak penemuan PC dengan menggunakan GUI
seperti WIMP. Pada tahun 1982 Ben Shneiderman menggambae=rkan daya tarik
berbasis interaksi grafis objek visibilitas, aksi incremental dan umpan balik
yang cepat. Ted Nelson menyatakan komputer dapat membantu ornag tidak hanya
dalam bisnis. Dia juga menciotakan suatu istilah hypertext yang berarti
pemikiran tentang informasi bukan sebagai aliran linier tetapi sebagai node
saling berhubungan.
Bahasa
adalah interface sebagai mediator atau agen. CSCW adalah Computer-Supported
Cooperative Work dimana tidak ada user tunggal dan mengedepankan mikro aspek.
Mark Weiser memperkenalkan tentang teknologi tenang dan pada akhir tahun 1990
ornag tidak lagi menggunakan perangkat virtual tapi sebagai penghuni virtual
tidak lagi mengabaikan aspek makro-sosial.
sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Computer_supported_cooperative_work
model behaviorisme kognitif
Model behaviorisme kognitif
Teori
Behavorisme
Teori
belajar Behaviorisme adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner
tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Teori ini
lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah
pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai
aliran Behaviorisme. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang
tampak sebagai hasil belajar.
Teori
Behaviorisme dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang
belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan
menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan
semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.
Menurut teori
Behaviorisme belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari
pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi
antara stimulus dan respon (Slavin, 2000). Seseorang dianggap telah belajar
sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini
dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang
berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa,
sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang
diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon
tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat
diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang
diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh siswa (respon) harus
dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran
merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan
tingkah laku tersebut.
Teori Kognitivisme
Teori
kognitif berpendapat bahwa belajar tidak sekedar melibatkan hubungan antara
stimulus dan respon. Lebih dari itu belajar adalah melibatkan proses berpikir
yang sangat kompleks. Ilmu pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses
interaksi yang bersinambungan dengan lingkungan. Proses ini tidak berjalan
terpatah-patah, terpisah-pisah, tapi melalui proses yang mengalir,
bersambung-sambung, dan menyeluruh. Ibarat sesesorang yang memainkan musik,
tidak hanya memahami not-not balok pada partitur sebagai informasi yang saling
lepas dan berdiri sendiri, tapi sebagai suatu kesatuan yang secara utuh masuk
ke dalam pikiran dan perasaannya. Selain itu, dalam psikologi kognitif, manusia
melakukan pengamatan secara keseluruhan lebih dahulu, menganalisisnya, lalu
mensintesiskannya kembali. Konsep-konsep terpenting dalam teori kognitif selain
perkembangan kognitif adalah adaptasi intelektual oleh Jean Piaget, discovery
learning oleh Jeron Bruner, dan reception learning oleh Ausubel. (Thobroni,
Mustofa. 2011).
sumber
Fenomena Addiction
Addiction
Belakangan
ini kata kecanduan atau adiksi (addiction) semakin popular. Ada yang dibilang
sebagai drug addict, game addict, internet addict, bahkan sampai shopping
addict. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan kecanduan?
Secara umum,
orang mengenal istilah kecanduan bila seseorang memiliki kegilaan yang tidak
dapat ditoleransi terhadap suatu hal/benda. Misalnya, anak laki-laki yang
kerajingan main game di komputer hingga bolos sekolah dan tidak mau keluar
kamar. Atau yang paling sering muncul beritanya di tv adalah kecanduan narkoba,
karena sekali mencoba jadi bikin ketagihan.
Istilah
adiksi berarti kecanduan atau ketergantungan secara fisik dan mental terhadap
suatu zat. Adiksi merupakan penyakit otak yang bersifat kambuhan dan sifatnya
menahun, serta tidak dapat disembuhkan tapi dapat dikontrol (pulih). Adiksi
bisa menyangkut berbagai macam hal/zat, termasuk salah satunya adiksi napza
(narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya).
Contoh zat
yang termasuk napza antara lain: heroin, putauw, ganja, kokain, ekstasi, shabu,
pil BK/benzo. Layaknya penyakit lain, adiksi juga memiliki gejala, menimbulkan
penderitaan dan memerlukan pengobatan.
Seseorang
dengan adiksi napza misalnya, akan mengalami perubahan perilaku sebagai gejala
penyakitnya. Perubahan perilaku yang terlihat antara lain sering berbohong,
mudah marah/tersinggung, berkata kasar, perawatan diri kurang, serta melakukan
tindak kekerasan hingga kriminal. Hal tersebut tentunya menimbulkan
penderitaan, tidak saja bagi orang dengan adiksi tersebut tapi juga keluarga
dan lingkungan sekitarnya. Itulah mengapa penting untuk memberikan pengobatan
pada orang dengan masalah kecanduan.
Orang dengan
adiksi bisa diumpamakan seperti orang yang menderita penyakit diabetes melitus
dimana seseorang mengalami gangguan/kerusakan pada organ pankreas sehingga
tubuh tidak dapat mengontrol kadar gula darah. Maka orang tersebut membutuhkan
obat untuk dapat mengontrol gula darahnya agar organ dan sistem di tubuhnya
dapat berfungsi dengan baik. Atau seperti orang dengan hipertensi yang
membutuhkan obat untuk dapat mengontrol tekanan darahnya. Orang dengan adiksi
juga butuh obat untuk mengatasi gangguan pada otaknya, dimana selalu timbul
keinginan untuk menggunakan zat dan memperoleh kenikmatan.
Sebagai
gambaran, umpama saya disodori sekilo putauw, maka saya tidak akan tergiur
untuk menggunakannya, karena saya bukan seorang pecandu. Tapi pada klien yang
kecanduan putauw, jangankan disodori, sekedar membayangkan atau teringat dengan
hal yang berhubungan dengan putauw saja sudah dapat menimbulkan keinginan (yang
tidak dapat terbendung) untuk mendapatkan dan menikmati zat tersebut.
Itulah
mengapa tingkat kriminalitas tinggi pada orang dengan adiksi. Karena mereka
akan melakukan segala cara untuk mendapatkan zat tersebut, termasuk merampok,
mencuri bahkan melakukan kekerasan/pembunuhan. Keinginan yang muncul, yang
berlanjut menjadi tindakan kriminal misalnya, bukanlah sesuatu yang disengaja
oleh para pecandu napza. Orang-orang ini memang betul-betul mengalami gangguan
pada fungsi otaknya sehingga tidak dapat mengendalikan diri dari usaha
pemenuhan kebutuhan akan obat demi mendapatkan kesenangan.
Ada pula kecanduan-kecanduan lainnya :
Kecanduan Narkoba, apapun
jenisnya. Bisa sembuh total asalkan pecandu benar-benar ingin menghilangkan
kecanduannya.
Kecanduan Alkohol – Alcoholic
sering disebabkan karena masalah emosi yang tidak terselesaikan, kecemasan,
rasa takut, stress, depresi dsb. Agar seseorang bisa sembuh dari kecanduan
alkohol dan tidak kambuh lagi, maka perlu diselesaikan akar masalahnya.
Kecanduan Obat Sakit Kepala, Obat Tidur,
Obat Penenang atau obat-obatan lainnya – Setelah kami menangani klien yang
kecanduan obat sakit kepala, kami baru membuktikan sendiri bahwa apa yang
tertulis dalam buku-buku hipnoterapi bahwa kecanduan obat-obatan sering
disebabkan oleh depresi, kecemasan, stress dan emosi negatif lainnya. Gejala
sakit kepala yang sering kambuh merupakan psikosomatis, dan obat sakit kepala
hanya menghilangkan sakit sementara.
Ketagihan Belanja (shopaholic)
Kecanduan Porno, Gambar Porno, Video Porno,
Cerita Seks, Film Porno – Pikiran selalu tentang seks atau secara otomatis segala sesuatu
dihubungkan dengan seks. Pecandu porno sangat besar jumlahnya, mungkin
sebanding dengan jumlah pecandu rokok. Menurut para pakar internet, top ranking
keyword atau kata kunci yang paling sering dicari di internet selalu adalah
kata-kata bernuansa porno atau seks. Hal ini membuktikan banyaknya pecandu
porno yang mencari kepuasan diri melalui internet. Menurut saya, mungkin untuk
orang kecanduan seks ini dapat ditangani dengan cara memberi pengarahan kepada
orang tersebut apa efek efek yang didapat dari adiksi yang ia jalani itu. Lebih
tepatnya pada anak di usia remaja.
Kecanduan Seks Bebas – Mencintai
pasangan resmi, ingin setia, sayang pada keluarga, tapi disisi lain selalu
tergoda untuk melakukan seks dengan orang lain, teman, orang yang baru dikenal,
dan pelacur, atau ingin lepas dari pria/wanita selingkuhan anda. Hypnotherapy
bisa menghapus rasa terikat dan ketergantungan terhadap seseorang dalam waktu
cepat.
Kecanduan Gossip – Tahu bahwa
menggosip tidak ada gunanya, tapi tidak mampu menghentikannya. Selalu ingin
tahu gosip-gosip selebritis, seolah-olah gosip selebritis adalah informasi yang
sangat penting.
Kecanduan Menonton Televisi, menonton
sinetron, menonton berita kriminal, atau acara lainnya sampai-sampai
mengabaikan pekerjaan yang lebih penting.
Kecanduan Makanan Ringan, Kacang, Kerupuk,
Wafer, Keripik Kentang, atau makanan ringan lainnya. Kecanduan
ini memang tidak terlalu berbahaya, tapi merupakan salah satu penyebab
kegemukan.
Kecanduan
Coklat – Kecanduan terhadap produk olahan berbahan dasar coklat, misalnya
eskrim coklat, wafer coklat, dan kue coklat, juga menyebabkan obesitas.
Kecanduan
Minuman Ringan - Kopi, teh, soda, cola, sirup merek tertentu. Dalam kondisi
sehat dan selama mengkonsumsi dalam jumlah yang wajar, maka tidak ada masalah
serius walaupun Anda kecanduan minuman ringan tertentu. Masalah terjadi apabila
Anda menderita diabetes (kencing manis) dan diharuskan untuk mengurangi
konsumsi gula, termasuk yang terkandung dalam minuman ringan.
Kecanduan Gula, permen atau makanan dan
minuman yang manis – Sangat berbahaya karena selain menyebabkan kegemukan, juga
memicu kencing manis.
Kecanduan Teknologi - Selalu ingin
membeli atau mengetahui produk-produk teknologi terbaru, semisal Laptop dan
Hand Phone. Menghabiskan banyak uang untuk membeli produk berteknologi terbaru
yang sebenarnya kurang bermanfaat. Apabila pecandu teknologi adalah orang yang
tidak punya uang untuk membeli, maka dia selalu mencari informasi dan mengamati
perkembangan teknologi melalui internet atau majalah. Hilangkan kecanduan anda,
maka anda bisa menabung lebih banyak..!
Kecanduan Komputer, Internet, Game, Chating – Biasanya
penderita kecanduan jenis ini merasa “lebih hidup” apabila bermain dengan
komputer atau internet, akan tetapi kemampuannya bergaul dalam masyarakat (kehidupan
nyata) sangat kurang. Yang lebih parah, ada yang sampai anti-sosial, tidak
peduli dengan orang lain, atau malah tidak percaya diri ketika harus bergaul
dengan manusia sesungguhnya.
Kecanduan Judi – Apakah
Anda merasa sangat sulit berhenti berjudi meskipun selalu kalah dalam berjudi?
Kalah penasaran, menang ketagihan? Selalu “terpanggil” untuk berjudi ketika
memegang uang, meskipun bukan uangnya sendiri. Rela berbohong, berhutang,
menjual barang-barang berharga milik keluarga untuk berjudi.
Kecanduan Kerja (workaholic) – Bekerja
terlalu keras dan tak kenal waktu, terobsesi dengan hasil yang lebih besar,
takut menjadi miskin, tidak merasakan puas ketika mendapatkan uang, tidak bisa
berhenti memikirkan masalah pekerjaan, mengabaikan keluarga dan kehidupan
sosial, selalu mementingkan pekerjaan padahal penghasilannya sudah cukup besar
meskipun dirinya bekerja biasa-biasa saja.
Kecanduan Baca Novel, cerita seks, baca
komik, dan bahan bacaan lainnya yang menimbulkan imajinasi. Menarik
diri dari kehidupan sosial, tidak punya kehidupan sosial, sedikit teman, dan
lebih menikmati “hidup dalam dunia cerita dan imajinasi”.
Bagaimana mengatasi Adiksi?
Adiksi
bermacam-macam jenisnya. Untuk itu, terapi yang tersedia pun ada banyak
jenisnya. Untuk napza sendiri contohnya, jenis terapi ini tergantung dari jenis
zat yang dipakai paling banyak/paling menyebabkan ketergantungan. Karena
biasanya seseorang dengan adiksi tak hanya menggunakan satu jenis zat saja,
tapi juga bersama dengan zat lainnya. Ada jenis terapi yang menggunakan obat
dan non obat.
Dengan obat
biasanya menggunakan zat pengganti/substitusi yang lebih aman seperti metadon,
buprenorfin, subokson (bubrenorfin + nalokson) atau penggunaan obat lain untuk
mengurangi penderitaan selama proses pengurangan penggunaan zat.
Untuk non
obat berupa terapi perilaku (berkelompok) di mana pasien dibimbing untuk hidup
normal tanpa menggunakan zat (napza) dengan berbagai kegiatan yang membangun.
Kegiatan terapi untuk adiksi bisa dilakukan baik rawat inap maupun rawat jalan.
Salah satu
terapi rawat jalan untuk adiksi dengan menggunakan obat adalah metadon yang
merupakan terapi subtitusi khusus untuk ketergantungan zat opioid (putaw atau
heroin) yang biasanya disuntikkan. Untuk mengonsumsi metadon diperlukan alat
bantu berupa jarum suntik. Tapi masalah yang muncul adalah, para pecandu putauw
ini karena berbagai alasan menggunakan jarum suntik secara bergantian. Hal ini
merupaka faktor resiko penularan penyakit HIV/AIDS dan Hepatitis C.
Metadon
adalah terapi yang aman dan legal. Dengan metadon, klien dapat hidup selayaknya
orang normal, aktif di siang hari dan dapat beristirahat di malam hari. Klien
dalam terapi metadon tetap dapat bekerja, mengendarai kendaraan bahkan
mengoperasikan mesin sekalipun. Dengan metadon, klien diharapkan dapat
mengatasi suges (keinginan untuk menggunakan zat) dan sakaw (gejala putus zat,
seperti ngilu-ngilu di badan).
Dosis
metadon disesuaikan dengan kebutuhan pasien di bawah pengawasan petugas
kesehatan dan diberikan setiap hari, karena metadon bekerja selama 24 jam.
Selain pemantauan dosis, klien metadon juga mendapatkan terapi psikologi untuk
mendukung proses pemulihannya.
Saat ini, layanan yang dapat memberikan metadon
masih terbatas pada fasilitas kesehatan milik Pemerintah, baik di Puskesmas
maupun rumah sakit tertentu (hingga 2013 ada sekitar 40 layanan di seluruh
Indonesia). Sehingga untuk saat ini klien masih harus datang setiap hari untuk
mendapatkan metadon hanya di tempat-tempat tersebut.
Dengan minum
metadon tentunya klien tidak perlu lagi menyuntik zat ilegal yang berbahaya
sehingga kemungkinan tertular atau menularkan HIV-AIDS dan hepatitis C pun
berkurang. Klien juga dapat menjalani hidup yang normal dan kembali ke fungsi
sosialnya lagi, seperti bekerja/sekolah.
Selain itu,
hubungan dengan keluarga dan masyarakat membaik dan tingkat kriminalitas karena
penggunaan napza pun akan menurun. Karena klien sudah stabil dan terkontrol
(pulih). Jadi, lindungi diri Anda dan keluarga dari bahaya kecanduan, dan
bantulah mereka yang perlu pertolongan dengan mendatangi layanan kesehatan agar
terbebas dari penderitaan seorang pecandu.( dr Lusia Sirait/Mar)
sumber:
http://citizen6.liputan6.com/read/707505/terapi-obat-salah-satu-cara-atasi-kecandua. sumber:
Rabu, 15 Oktober 2014
Psikologi dan Internet dalam lingkup Intrapersonal
Kali ini
saya akan membahas tentang Psikologi dan internet dalam lingkup
intrapersonal
Psikologi
Ketertarikan Interpersonal dalam Internet
Dalam
berinternet para netter dibuai dengan banyaknya fitur internet seperti mailing,
chatting, gaming, serta jejaring sosial. Dalam menggunakan fitur tersebut kita
biasanya tidaklah sendiri, melainkan kita bertemu netter lain baik secara
langsung maupun tidak dan karena hal tersebut muncullah komunikasi diantara
para netter karena desakan kebutuhan manusia seperti kebutuhan akan aktualisasi
diri dan kebutuhan akan eksistensi orang lain. Dari komunikasi itulah timbul
ketertarikan antara netter satu dengan lainnya seperti seorang gamer yang
menjagokan karakter buatan orang lain yang jauh lebih kuat dari karakter game
yang ia buat, atau seorang pengguna jejaring sosial yang tertarik dengan lawan
jenis setelah melihat gambar profil orang lain yang dianggapnya menarik, bahkan
dengan fitur teleconference yang juga disediakan dalam berinternet menambah
peluang terjadinya ketertarikan antara netter satu dengan lainnya.
Hambatan
Psikologi dalam Interpersonal-Relation
Sejalan
berkembangnya ketertarikan interpersonal dalam internet muncullah suatu
relationship (hubungan) seperti pertemanan, murid-guru, kelompok, hubungan
kerja, bahkan hubungan kekasih. Namun dalam berjalannya hubungan tersebut tidak
sepenuhnya lancar atau aman, bahkan ada beberapa kejadian dimana suatu hubungan
harus hancur karena beberapa hal yaitu :
Identitas
Palsu,
Dalam dunia maya seorang netter dapat menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang dirancang seseorang pada akun facebooknya, atau bisa juga orang tersebut memalsukan sebagian statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang status single pada facebooknya untuk mencari perhatian orang lain atau memudahkannya mencapai sesuatu.
Dalam dunia maya seorang netter dapat menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang dirancang seseorang pada akun facebooknya, atau bisa juga orang tersebut memalsukan sebagian statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang status single pada facebooknya untuk mencari perhatian orang lain atau memudahkannya mencapai sesuatu.
Kurang
Terjaminnya Komitmen,
Setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian pooof menghilang begitu saja dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang atau tidak online lagi.
Setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian pooof menghilang begitu saja dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang atau tidak online lagi.
Kurang
Berlakunya Norma dan Etika,
Sering jika anda berkunjung ke situs (yahoo.com) dimana situs tersebut memberikan informasi tentang suatu hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku maka anda akan menemui komentar-komentar yang diketik dengan eksplisit dimana pada komentar tersebut menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun kontra.
Sering jika anda berkunjung ke situs (yahoo.com) dimana situs tersebut memberikan informasi tentang suatu hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku maka anda akan menemui komentar-komentar yang diketik dengan eksplisit dimana pada komentar tersebut menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun kontra.
Perilaku
Negatif dalam Interpersonal Online-Relation
Selain
adanya hambatan dalam terjalinnya hubungan di dunia maya di dalamnya juga
terdapat beberapa perilaku negatif seperti adanya cyber-cheating dan cyber
flirting.
Cyber
Cheating, atau perselingkuhan yang terjadi di internet dapat terjadi ketika
seseorang yang telah memiliki pasangan memiliki hubungan yang dekat pula dengan
orang lain. Misalkan seorang istri memiliki akun jejaring sosial dimana
mantannya masih terdaftar dalam daftar temanya dan selama ini dia sering
chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan mantannya itu, maka hal
tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.
Cyber
Flirting, atau merayu yang dilakukan dalam dunia maya. cyber flirting adalah
suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam
terjadinya banyak terjadi ketidak amanan yang membuatnya dikategorikan sebagai
perilaku negatif, contohnya adalah dalam cyber flirting orang bisa menggunakan
bahasa yang tidak pantas, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat
kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku negatif cyber flirting
tersebut.
Computer
Supported Cooperative Work
CSCW pertama
kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada
sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan
teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. CSCW mengangkat isu seputar
bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat
didukung teknologi komputer. Beberapa orang menyamakan CSCW dengan groupware,
namun yang lain mengatakan bahwa groupware merujuk kepada wujud nyata dari
sistem berbasis komputer, sedangkan CSCW berfokus pada studi mengenai kakas dan
teknik dari groupware itu sendiri, termasuk didalamnya efek yang timbul baik
secara psikologi maupun sosial.
Dengan CSCW
maka groupware dapat dimaksimalkan dengan kakas dan teknik yang dikembangkan
oleh CSCW tersebut. Sehingga sistem kerja kelompok yang terkoneksi internet
bisa dimaksimalkan serta dicari pengembangannya lebih lanjut.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Computer_supported_cooperative_work
Senin, 14 Juli 2014
Pengertian dan Contoh Kearifan Lokal
Kearifan Local
Pengertian Kearifan Local
Pengertian kearifan lokal (local wisdom) dalam kamus terdiri dari dua kata:kearifan
(wisdom) dan lokal (local). Dalam Kamus Inggris Indonesia John M. Echols danHassan
Syadily, local berarti setempat, sedangkan wisdom (kearifan) sama
dengankebijaksanaan. Secara umum maka local wisdom (kearifan setempat) dapat
dipahamisebagai gagasan-gagasan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh
kearifan,bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
Dalam disiplinantropologi dikenal istilah local genius.
Gobyah (2003), mengatakan bahwa kearifan lokal (local genius) adalahkebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah. Kearifan lokalmerupakan
perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada.Kearifan lokal
terbentuk sebagai keunggulan budaya masyarakat setempat maupunkondisi
geografis dalam arti luas. Kearifan lokal merupakan produk budaya masa laluyang
patut secara terus-menerus dijadikan pegangan hidup. Meskipun bernilai lokaltetapi
nilai yang terkandung didalamnya dianggap sangat universal.Menurut Caroline Nyamai-Kisia (2010), kearifan lokal adalah sumber pengetahuan
yang diselenggarakan dinamis, berkembang dan diteruskan oleh populasi tertentu
yang terintegrasi dengan pemahaman mereka terhadap
alam dan budaya sekitarnya.
Kearifan lokal
adalah dasar untuk pengambilan kebijakkan pada level lokal dibidang kesehatan,
pertanian, pendidikan, pengelolaan sumber daya alam dan kegiatanmasyarakat
pedesaan. Dalam kearifan lokal, terkandung pula kearifan budaya lokal. Kearifan
budaya lokal sendiri adalah pengetahuan lokal yang sudah sedemikianmenyatu
dengan sistem kepercayaan, norma, dan budaya serta diekspresikan dalamtradisi
dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang lama
Contoh Kearifan Lokal Masyarakat Sunda
Budaya Sunda
dan kearifan lokalnya pun tak luput dari serbuan dekaden global yang
menggurita. Pun betul adanya bahwa sumber-sumber sejarah masyarakat Sunda minim
dan hanya sedikit sekali penginggalan arkeologis sebagai bukti eksistensinya.
Namun dari fakta-fakta sejarah yang tersebar luas tersebut dapat dibangun
sebuah konsep umum mengenai Kearifan Lokal masyarakat Sunda yang penuh dengan
kesadaran tinggi yang menjadi dasar dan membangun kebudayaan masyarakat Sunda
dengan nilai-nilai luhur manusia yang berakal dan berbudaya tinggi. Kearifan
Lokal masyarakat Sunda setidaknya tercermin dari 3 bentuk yang dominan: Relasi
manusia dengan manusia, Relasi manusia dengan alam, dan relasi manusia dengan
Tuhan.
Manusia Dengan Manusia
Masyarakat Sunda sendiri dalam relasi antar
manusianya bersifat sangat komunal. Artinya mengedepankan prinsif-prinsif
kebersamaan. Menukil artikel dari Dr. Gugun Gunadi, M.Si bahwa dalam masyarakat
Sunda ada ungkapan: “silih asih, silih asah, dan silih asuh”, yang artinya:
saling mengasihi, saling mengasah atau mengajari, dan saling mengasuh sehingga
tercipta suasana kehidupan masyarakat yang diwarnai keakraban, kerukunan,
kedamaian, ketentraman, dan kekeluargaan.” Ungkapan “silih asih, silih asah,
dan silih asuh” adalah sebuah konsep filosofis yang sarat akan makna egaliter,
dan menempatkan prinsif-prinsif humanisme pada level yang paling tinggi.
Artinya, manusia yang satu adalah penolong bagi manusia lainya.
Konsep relasi antar manusia menurut masyarakat
Sunda sendiri begitu sesuai dengan konsep relasi antar manusia dalam ajaran agama
Islam yang kentara dengan nilai-nilai sosialimse. Hal tersebut seharusnya
menjadikan masyarakat Sunda sebagai masyarakat yang Madani, yang unggul dalam
aspek sosial apabila dipraktekan dalam keseharian. Prinsip dasar inilah yang
seharusnya menjadi kekuatan tersendiri dalam menjawab tantangan zaman. Apabila
pemaknaan akan ungkapan tersebuh dipahami dan diaplikasikan pada kehidupan yang
nyata, maka tantangan zaman seberat apapun akan teratasi dengan sedikit mudah.
Manusia Dengan Alam
Bagi Sir Francis Bacon seorang filsuf Inggris abad
ke-16, “Alam hanya bisa ditaklukan dengan cara mematuhinya memahami
hukum-hukumnya, mempelajari sifat-sifat universalnya, dan
pengecualian-pengeculaiannya.” Dengan menaklukan alam, Bacon sangat yakin bahwa
kehidupan manusia akan lebih baik dan sejahtera. Sebetulnya, jauh sebelum Sir
Francis Bacon menyatakan hal tersebut, masyarakat Sunda—Baduy— sekitar abad
ke-7 lebih dahulu mengenal konsep: “Gunung teu meunang dilebur, lebak teu
meunang dirusak, larangan teu meunang dirempak, buyut teu meunang dirobah,
lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung, nu lain kudu
dilainkeun, nu ulah kudu diulahkeun, nu enya kudu dienyakeun.” Yang artinya:
“Gunung tak boleh dihancurkan, lembah tak boleh dirusak, larangan tak boleh dilanggar,
buyut tak boleh diubah, panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung,
yang bukan harus ditiadakan, yang jangan harus dinafikan, yang benar harus
dibenarkan.”
Dari konsep masyarakat Sunda Baduy tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Sunda betul-betul menjaga alam sekitarnya.
Masyarakat Sunda sadar betul bahwa alam adalah penyedia kehidupan dan menyadari
bahwa ada hubungan relasional antara alam dan manusia. Konsep tersebut
cenderung bersifat kosmologi. Dimana ada kemanunggalan antara alam dan manusia;
bahwa alam semesta (termasuk manusia) adalah sebuah organisme tunggal yang
apabila kita—organisme yang tunggal tersebut—membuat perbedaan dan memisahkan
dari dalam dirinya sendiri maka hasilnya adalah kehancuran. Kesadaran masyarakat
Sunda akan alam sekitarnya adalah sebuah tingkat kesadaran yang mumpuni,
berbeda jauh dengan kesadaran masyarakat modern saat ini.
Manusia Dengan Sang Pencipta
Masyarakat Sunda sendiri, pada mulanya menganut
keyakinan monotheisme primodial. Artinya memercayai keesaan Tuhan, dan memaknai
bahwa semesata adalah sebuah entitas tunggal yang berasal dan berpulang hanya
kepadaNya. Dalam salah satu sumber masyarakat Baduy disebutkan: “Niya inyana
anu muhung di ayana. Aya tanpa rupa aya tanpa waruga. Hanteu kaambeu-ambeu acan
tapi wasa maha kawasa disagala karep inyana. Hyang tunggal tatwa pangajali.
Ngawandawa dijagat kabeh alam sakabeh. Halanggiya disaniskara. Hung tatiya
ahung”. Yang artinya: “Dia lah yang ada dengan sendirinya. Tiada yang serupa
denganNya (Dzat laetsa kamistlihi saeun) Tidak tercium sedikitpun. Tapi
berkuasa atas segala qudrat dan iradatNya. Sang Hyang Agung Yang Maha Esa.
Dialah sebenarnya Sang “Penyembahan” Tiada beranak Tiada bersaudara. Mempunyai
teman pun tidak dijagat dan dialam ini Yang paling unggul disegala-gala. Hung,
nah itulah Sang Benar Sejati, Ahung.”
Pada perkembangannya keyakinan masyarakat Sunda
mengalami sinkretisme dengan ajaran Hindu dan Buddha. Namun dewa-dewa dalam
ajaran Hindu dan Buddha ditempatkan dalam level yang lebih rendah sehingga
masyarakat Sunda tetap berkeyakinan bahwa realitas tertinggi hanyalah Tuhan
Yang Maha Satu: Hyang Tunggal. Peleburan agama Hindu-Buddha kedalam keyakinan
masayarakat Sunda sifatnya begitu pragmatis dan hanya dipahami sebagai bentuk
pemahaman akan alam semesta; menjelaskan misteri semesta yang tak terperanai.
Lalu pada masa selanjutnya, kedatangan agama Islam mendapatkan sambutan yang
hangat, masyarakat Sunda seakan kembali kepada keyakinan tunggal akan Tuhan
Yang Esa tanpa ilah-ilah pendukung untuk menjelaskan misteri semesta.
Masyarakat
Sunda selalu percaya bahwa yang gaib bersemayam didalam alam raya dan oleh
akrena itulah masyarakat Sunda begitu menjaga alam sekitarnya. Hal tersebut
memberikan sebuah asumsi bahwa dasar kultur masyarakat Sunda adalah kepercayaan
yang kuat terhadap yang gaib sehingga tingkat kesadaran mereka begitu tinggi
dalam menjaga semesta beserta isinya. Kepercayaan tersebut jelas tidak bertentangan
dengan ajaran Islam yang memang mengajarkan Keesaan Tuhan dan Kebesaran Tuhan
yang meliputi semesta beserta isinya. Apa bila penghayatan terhadap keyakinan
masyarakat Sunda dihayati kembali dengan penalaran yang lebih kritis maka
keniscahya.
Dr. Gugun Gunadi, M.Si.
Reformulasi Kearifan Lokal Dalam Era Global. Makalah Martikulasi Program
Pascasarjana STSI Bandung, 16 Maret 2012.
Langganan:
Postingan (Atom)

